our blog

BIM “Atasi Masalah Tanpa Masalah”

BIM-MRT
Contoh Proyek BIM
Putrajaya MRT fase dua

Produktivitas dari sebuah proyek sipil sangat bergantung pada manajemennya. Menejemen yang terlaksana dengan baik adalah proyek selesai tepat waktu, masalah terselesaikan dengan rapi dan pekerja selalu produktif. Pada tahun 1992 teah dikenalkan BIM untuk memudahkan manajemen suatu proyek. Sekarang sudah banyak pembangunan yang menggunakan BIM. Contoh Proyek yang menggunakan BIM adalah Pembangunan Jalur MRT Putrajaya Line Fase Kedua.

Sekilas Tentang Putrajaya Line

Putrajaya Line merupakan sebuah jembatan penghubung untuk fasilitas umum, Mass Rapid Transit (MRT). Panjang jembatan ini panjang 52,2 km dengan rincian sepanjang 13,5 km bawah tanah. Total akan terdapat 36 stasiun pemberhentian dan 9 diantaranya dibangun underground. Ketika sudah dibangun, harapannya dapat mengangkut hingga 533.000 penumpang setiap harinya.

Masalah Dalam Pembangunan

Pada pembangunannya, proyek ini memiliki tiga masalah utama.

  1. Ada banyak perubahan antara perencanaan dengan kondisi aktual di lapangan
  2. Pekerjaan tertunda karena kurangnya informasi dan komunikasi
  3. Ketidakserasian koordinasi antar divisi dalam menganalisis masalah

Tiga masalah  tersebut dapat dikategorikan sebagai penghambat pekerjaan. Suatu proyek umumnya juga terdapat penyesuaian antara perencanaan dengan kondisi lapangan. Namun, bagaimana dengan pekerjaan yang tertunda karena hal sepele (permasalahan nomor dua).

Sebagai Proyek yang menggunakaan BIM, tentu Putrajaya Line akan menjadi contoh. Owner pekerjaan Putrajaya Line kemudian membangun platform untuk berkomunikasi secara efektif. Komunikasi yang efektif tentu saja dapat membuat koordinasi antar divisi semakin serasi. Jika komunikasi yang serasi terjalin antar divisi, maka untuk memecahkan suatu masalah akan mudah. Hal ini dapat mengeliminasi permasalahan poin ketiga.

Solusi Menggunakan GeoBIM

Building Information Modelling kemudian diterapkan dalam pembangunan Putrajaya Line. Owner pekerjaan ini menggunakaan BIM level 2. Meskipun hanya level 2, hal ini dapat menyelesaikan masalah komunikasi dan koordinasi. BIM tersebut diwujudkan dalam sebuah web portal.

Web Portal tersebut dapat digunakan oleh seluruh divisi untuk melihat, menganalisis dan bertukar data. Dalam sebuah layar, permasalahan dapat dilihat oleh seluruh divisi. Sehingga divisi yang terkait akan ikut berdiskusi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Tidak akan ada lagi mis-koordinasi antar divisi dan kebocoran waktu pekerjaan. Karena koordinasi telah dilakukan di awal.

Project Putrajaya Line ini akhirnya akan beroperasi sekitar bulan Juni 2022. Dalam perjalanannya pada tahun 2017, proyek ini memenangkan penghargaan Asia Excellence Award kategori Transport Infrastructure and Digital Engineering. Pembangunan Putrajaya Line Fase kedua ini dapat menjadi contoh nyata proyek yang menggunakan BIM. GeoBIM sebagai perusahaan penyedia Jasa Building Information Modelling di Indonesia telah berkompeten dalam menangani pekerjaan BIM. Konsultasikan dengan kami proyek anda dan implementasikan BIM bersama kami. Hubungi admin@geobimindonesia.com untuk medapatkan informasi lebih lengkap.

referensi :

Geospatial World. (2022, Maret 31). https://www.geospatialworld.net/media/. Retrieved from https://geospatialmedia.net/reports/gis-and-bim-integration-for-sustainable-aec-industry-practices/?utm_source=GW+Subscribers&utm_campaign=31d99bc357-GW-consulting-our-AEC-reports-mailer-31032022&utm_medium=email&utm_term=0_3b0a203c48-31d99bc357-139969257