our blog

Keuntungan BIM untuk Industri Maritim

5486439_2376161

Pendahuluan

Building Information Modeling (BIM) adalah proses untuk membuat dan mengelola data dari sebuah aset fasilitas selama masa hidupnya. BIM memanfaatkan perangkat lunak berbasis model 3D untuk mengintegrasikan semua aspek desain, konstruksi, dan operasi suatu bangunan atau fasilitas.

Penerapan BIM di industri maritim dimulai pada tahun 2000-an. Namun baru beberapa tahun belakangan ini penggunaan BIM marak diterapkan pada proyek kapal dan fasilitas pelabuhan. Beberapa contoh penerapan BIM di industri maritim antara lain desain kapal pesiar mewah, perencanaan dermaga kontainer, dan renovasi fasilitas lepas pantai.

Dengan BIM, industri maritim dapat mengintegrasikan semua stakeholders yang terlibat dalam siklus hidup proyek mulai dari desain, konstruksi, hingga operasional. BIM juga memungkinkan visualisasi desain yang realistis serta simulasi berbagai skenario sebelum konstruksi dilaksanakan.

Meningkatkan Kolaborasi

Salah satu keuntungan utama penerapan BIM pada proyek maritim adalah peningkatan kolaborasi antar berbagai stakeholders. Dengan menggunakan model 3D yang terintegrasi, insinyur dari berbagai bidang seperti arsitek naval, insinyur struktur, insinyur mesin, dan lainnya dapat dengan mudah berkolaborasi dan berkoordinasi.

Baca juga: Memahami Perbedaan Antara CAD dan BIM dalam Dunia Konstruksi

Model BIM memungkinkan tim proyek untuk meninjau desain secara bersama-sama dan mendeteksi potensi benturan atau kesalahan desain sejak dini. Hal ini dapat mengurangi perubahan desain yang mahal dan menghindari kesalahan konstruksi di lapangan. Dengan kolaborasi yang erat ini, proyek maritim dapat direncanakan dengan lebih efisien dan menghasilkan desain yang optimal.

Visualisasi Desain

Salah satu keuntungan utama BIM untuk industri maritim adalah kemampuan untuk memvisualisasikan desain kapal dan fasilitas pelabuhan secara 3D yang sangat realistis. Dengan BIM, para insinyur dapat melihat desain secara menyeluruh dalam bentuk model 3D, bukan hanya gambar 2D.

Visualisasi 3D yang akurat memungkinkan berbagai pihak untuk lebih memahami desain kapal atau fasilitas pelabuhan. Detail-detail seperti layout ruangan, jalur perpipaan, dan komponen struktural dapat terlihat jelas dalam model 3D. Ini sangat membantu kolaborasi antar stakeholders dalam mengevaluasi dan menyempurnakan desain.

Selain itu, klien juga dapat melihat desain kapal atau fasilitas pelabuhan dalam bentuk realistis sebelum konstruksi dimulai. Ini membantu mengurangi kesalahan desain dan memastikan desain telah sesuai dengan ekspektasi klien. Dengan demikian, penerapan BIM dapat meningkatkan efisiensi proses desain kapal atau fasilitas pelabuhan.

Optimasi Material

Optimasi Material

Staf teknis sering menemukan tantangan dalam memastikan material yang dipesan sesuai dengan kebutuhan proyek secara tepat, yang dapat menyebabkan pemborosan dan biaya lebih. Dengan BIM, model 3D memungkinkan perkiraan material yang lebih akurat, sehingga pemborosan dan scrap dapat diminimalkan.

Visualisasi BIM juga mempermudah koordinasi antar stakeholders sehingga kebutuhan material yang tumpang tindih dapat dihindari. Selain itu, dengan adanya database terintegrasi pada model BIM, staf dapat melacak status material dan menggunakannya secara optimal.

Pemilihan material berdasarkan BIM diperkuat dengan kemampuannya untuk mengekstraksi data spesifikasi produk dari database online. Hal ini memastikan material yang dipilih sesuai dengan kebutuhan proyek baik dari sisi biaya, kinerja, maupun keberlanjutan.

Dengan demikian, penerapan BIM secara efektif dapat mengoptimalkan perencanaan dan penggunaan material pada proyek maritim, sehingga pemborosan dan biaya dapat diminimalkan.

Efisiensi Konstruksi

Efisiensi Konstruksi Kapal

Penerapan BIM dapat mengoptimalkan jadwal dan sequence konstruksi kapal dan fasilitas pelabuhan. Dengan simulasi 3D, tim proyek dapat memodelkan konstruksi secara virtual untuk mengidentifikasi bottleneck dan menentukan urutan aktivitas yang paling efisien. Selain itu, koordinasi yang lebih baik antar kontraktor dan stakeholders dapat mengurangi keterlambatan dan pemborosan. Menurut Faro, BIM memungkinkan pemangku kepentingan bekerja sama lebih efisien, menghemat waktu, dan mengoptimalkan proses konstruksi. Dengan demikian, penerapan BIM dapat mengurangi waktu dan biaya konstruksi fasilitas maritim.

Perencanaan Anggaran

happy man hand putting money coin into piggy saving money wealth financial accounting concept

Salah satu keuntungan besar dari BIM adalah akurasi yang lebih tinggi dalam estimasi biaya konstruksi proyek maritim. BIM memungkinkan visualisasi desain yang realistis sehingga volume material dapat dihitung dengan cermat. Selain itu, simulasi konstruksi dalam BIM memperbaiki perkiraan durasi proyek sehingga biaya overhead juga menjadi lebih akurat.

Studi kasus pada pembangunan kapal menunjukkan bahwa estimasi biaya dengan BIM hanya memiliki deviasi 2,3% dari biaya aktual, jauh lebih baik dari estimasi konvensional yang biasanya meleset hingga 10-30%. Hal ini membantu kontraktor menyusun penawaran yang kompetitif tanpa membuat kerugian akibat kesalahan perkiraan.

Menggunakan data BIM yang terintegrasi, kontraktor dapat mengidentifikasi potensi pemborosan material dan meminimalkannya. Simulasi konstruksi juga memungkinkan optimasi jadwal sehingga idle time berkurang. Gabungan kedua faktor ini secara signifikan menurunkan biaya proyek maritim.

Dengan demikian, penerapan BIM memberi banyak manfaat dalam hal perencanaan anggaran proyek kapal yang lebih realistis dan efisien.

Manajemen Data

Salah satu keuntungan utama dari BIM adalah manajemen data yang terpusat dan terintegrasi untuk semua disiplin yang terlibat dalam proyek maritim (engineering, desain, konstruksi, dst).

Dengan BIM, seluruh anggota proyek dapat mengakses model 3D yang sama dan basis data terkait untuk melacak semua informasi terkait proyek, termasuk spesifikasi material dan peralatan, jadwal, anggaran, dll. Ini sangat berbeda dari metode tradisional di mana masing-masing disiplin bekerja dengan model dan basis data mereka sendiri, yang rentan terhadap inkonsistensi dan kesalahan.

Basis data BIM yang terintegrasi memungkinkan koordinasi yang jauh lebih baik antar tim dan mengurangi potensi kesalahan. Data dapat dimanfaatkan di sepanjang siklus hidup proyek, dari desain awal hingga konstruksi, komisioning, dan operasional.

Menurut sumber, dengan basis data terpusat, BIM dapat meningkatkan akurasi dan konsistensi data proyek maritim hingga 40%. Ini sangat bermanfaat untuk memastikan kualitas dan efisiensi proyek kapal yang kompleks.

Perawatan Prediktif

Teknologi BIM dapat dimanfaatkan untuk kegiatan perawatan prediktif kapal. Dengan memodelkan kapal secara digital, memasang sensor di berbagai komponen, dan menggunakan data operasional, teknologi BIM memungkinkan pemantauan kondisi kapal secara real-time. Hal ini memudahkan perencanaan maintenance kapal dengan lebih akurat karena dapat memprediksi kapan suatu komponen perlu diganti atau diperbaiki sebelum terjadi kerusakan. Perawatan prediktif dipercaya dapat menghemat waktu dan biaya perbaikan karena penggantian dilakukan sebelum komponen benar-benar rusak. Selain itu, resiko kecelakaan akibat kerusakan komponen pun dapat diminimalisir. Dengan demikian, penerapan BIM untuk perawatan prediktif di industri maritim dapat meningkatkan keselamatan dan mengurangi biaya operasional kapal.

Renovasi Kapal

Salah satu keuntungan utama dari penerapan BIM pada industri maritim adalah untuk merencanakan dan melacak renovasi kapal. Dengan model BIM yang akurat, perusahaan pelayaran dapat dengan mudah melihat kondisi eksisting kapal dan mengevaluasi opsi renovasi (Revolutionizing Marine Engineering with Building Information Modeling).

Baca juga: Mengenal Beragam Jenis Teknologi Laser Scanner Scan to BIM

Model BIM memungkinkan visualisasi desain renovasi secara realistis sebelum konstruksi dimulai. Ini membantu mengoptimalkan material dan jadwal konstruksi karena sudah diketahui dengan pasti kebutuhan material dan urutan pekerjaan (Can building information modelling work for cruise ships?). Selain itu, model BIM juga berfungsi sebagai basis data digital yang mencatat semua perubahan dan riwayat renovasi suatu kapal.

Dengan demikian, penerapan BIM sangat menguntungkan dalam merencanakan dan melacak renovasi armada kapal. Ini membantu meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya, dan mempermudah manajemen data renovasi.

Kesimpulan: Penerapan BIM Sangat Bermanfaat untuk Industri Maritim Indonesia

Penerapan teknologi Building Information Modelling (BIM) pada proyek-proyek maritim di Indonesia dapat memberikan banyak keuntungan yang signifikan. Dengan pemanfaatan perangkat lunak BIM, industri maritim dapat meningkatkan efisiensi perencanaan dan konstruksi, menghemat penggunaan material, serta memperbaiki manajemen aset dan perawatan fasilitasnya.

Berikut adalah beberapa ringkasan manfaat penerapan BIM bagi industri maritim Indonesia:

  • Mempermudah kolaborasi antar stakeholders dalam tim proyek dan mengurangi kesalahan desain.
  • Memungkinkan visualisasi desain kapal dan fasilitas pelabuhan secara realistis.
  • Mengoptimalkan jumlah material yang digunakan untuk konstruksi.
  • Meningkatkan efisiensi jadwal konstruksi dan menekan biaya.
  • Memudahkan perencanaan dan penganggaran biaya proyek.
  • Mendukung manajemen data aset secara terintegrasi.
  • Memungkinkan perawatan prediktif berbasis kondisi aset yang sebenarnya.
  • Menyederhanakan perencanaan renovasi dan modifikasi kapal.

Dengan berbagai keuntungan di atas, sudah selayaknya industri maritim Indonesia memanfaatkan teknologi BIM untuk meningkatkan daya saing dan kualitas layanannya. Penerapan BIM merupakan langkah maju yang tepat bagi masa depan sektor maritim nasional.